TUGAS
MANDIRI DOSEN
PENGAMPU
PANCASILA MIFTA ULYA M.A
“UJIAN TENGAH
SEMESTER PANCASILA”
Durrahni
11481102646
2B PETRERNAKAN
JURUSAN
ILMU PETERNAKAN
FAKULTAS
PERTANIAN DAN PETERNAKAN
UNIVERSITAS
SULTAN SYARIF KASIM RIAU
TAHUN
2015
PERTANYAAN
1.
Tuliskan secara runtut kronologis dari
sejarah perjuangan bangsa indonesia. Sejak zaman kutai samapi kebangkitan
nasional ?
2.
Apa saja nilai-nilai pancasila yang
dapat diambil pada soal no. 1 ?
3.
Apa pengertian asal mula pancasila yang langsung
dan tidak langsung ? jelaskan !
4.
Peristiwa penting apa yang terjadi saat
detik-detik proklamasi dan pengesahan UUD 1945 ?
JAWABAN
1.
Kronologi
sejarah perjuangan bangsa indonesia sejak zaman kutai sampai kebangkitan
nasional.
a)
Zaman Kutai( 400 M )
Pada zaman kerajaan Kutai,
masyarakat Kutai yang memulai zaman sejarah di bangsa Indonesia dan pada masa
kerajaan Kutai sudah menampilkan nilai-nilai politik, sosial, dan ketuhanan
dalam bentuk kenduri, sedekah pada Brahmana.
b)
Zaman Sriwijaya( 650 M )
Pada masa kerajaan Sriwijaya,
merupakan kerajaan maritim terbesar karena mereka memiliki armada laut yang
kuat pada masa itu. Kerajaan sriwijaya juga mengembangkan bidang pendidikan,
karena terbukti Sriwijaya memiliki semacam universitas agama Budha yang
terkenal di daerah Asia.
c)
Zaman Kerajaan-Kerajaan Sebelum
Kerajaan Majapahit
Pada zaman kerajaan sebelum
munculnya kerajaan majapahit diterapkan untuk Raja Airlangga, yaitu sikap
toleransi dalam beragama dan nilai-nilai kemanusiaan serta perhatian
kesejahteraan pertanian bagi rakyat dengan membangun tanggul serta waduk.
d)
Zaman Kerajaan Majapahit( 1365 M )
Pada zaman kerajaan Majapahit saat
pemerintahan raja Hayam Wuruk dan patihnya Gajah Mada, hidup dan berkembang dua
agama yaitu agama Hindu dan Budha. Majapahit melahirkan beberapa empu seperti
empu Prapanca yang menulis buku Negara Kertagama (1365) yang didalam buku
tersebut terdapat istilah “Pancasila”, kemudian empu Tantular mengarang buku
Sutasoma yang didalam buku tersebut tercantum istilah “Bhinneka Tunggal Ika”.
Pada abad ke-14 kerajaan Majapahit pun akhirnya runtuh dan mulai masuklah agama
Islam ke Indonesia serta mulai berdatangan bangsa Eropa seperti Portugis,
Spanyol untuk mencari rempah-rempah dan akhir abad 14 Belanda datang ke
Indonesia dengan membawa bendera VOC. VOC merupakan perkumpulan dagang hindia
belanda yang didirikan oleh pemerintahan belanda.
e)
Kebangkitan Nasional
Dengan kebangkitan dunia timur pada
abad XX di panggung politik unternasional tumbuh kesadaran akan kekuatan
sendiri seperti negara Philipina (1839) yang dipelopori oleh Joze Rizal,
kemenangan Jepang atas Rusia di Tsunia (1905), adapun di Indonesia yang diawali
dengan berdirinya Budi Utomo dipelopori dr. Wahidin Sudirohusodo pada tanggal 20
Mei 1908. Lalu berdirilah Sarekat Dagang Islam pada tahun 1909, Partai Nasional
Indonesia (PNI) tahun 1927 yang didirikan oleh Soekarno, Cipto Mangunkusumo,
Sartono, dan tokoh lainnya. Semenjak saat itu tujuan bangsa Indonesia menjadi
jelas yaitu Indonesia merdeka. Kemudian perjuangan Indonesia diteruskan dengan
adanya Sumpah Pemuda tanggal 28 Oktober 1928.
2.
Nilai-nilai
pancasila yang dapat diambil pada soal no 1.
1. Nilai kejuangan
relegius (iman dan taqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa).
2. Nilai kejuangan rela
dan ikhlas berkorban.
3. Nilai kejuangan
tidak mengenal menyerah.
4. Nilai kejuangan
harga diri.
5. Nilai kejuangan
percaya diri.
6. Nilai kejuangan
pantang mundur.
7. Nilai kejuangan patriotisme.
8. Nilai kejuangan heroisme.
9. Nilai kejuangan rasa
senasib dan sepenanggungan.
10. Nilai kejuangan
rasa setia kawan.
11. Nilai ke juangan nasionalisme dan cinta tahah air
12. Nilai kejuangan persatuan dan kesatuan.
3. Asal mula pancasila yang langsung
dan tidak langsung.
1.
Asal Mula Langsung
a. Asal Mula Bahan atau Kausa Materialis adalah bahwa Pancasila bersumber dari nilai-nilai adat istiadat,
budaya dan nilai religius
yang ada dalam kehidupan
sehari-hari masyarakat
Indonesia.
b. Asal Mula Bentuk atau Kausa
Formalis adalah kaitan asal
mula bentuk, rumusan dan nama Pancasila sebagaimana tertuang dalam pembukaan
UUD
1945
yang
merupakan
pemikiran
Ir. Soekarno, Drs. Moh. Hatta dan para anggota BPUPKI.
c. Asal
Mula Karya atau Kausa Effisien adalah penetapan
Pancasila sebagai calon dasar negara menjadi
dasar negara
yang sah oleh PPKI.
d. Asal Mula Tujuan atau Kausa Finalis
adalah tujuan yang diinginkan BPUPKI, PPKI termasuk di dalamnya Ir.
Soekarno dan
Drs. Moh. Hatta dari rumusan Pancasila
sebelum disahkan oleh PPKI
menjadi Dasar Negara yang sah.
2.
Asal Mula Tak Langsung
Jauh sebelum
proklamasi
kemerdekaan, masyarakat
Indonesia telah hidup dalam tatanan
kehidupan yang penuh dengan :
a. Nilai-nilai Ketuhanan, Nilai Kemanusiaan, Nilai Persatuan, Nilai
Kerakyatan dan Nilai Keadilan.
b. Nilai-nilai tersebut merupakan nilai-nilai yang
memaknai adat istiadat, kebudayaan serta nilai religius dalam kehidupan sehari-hari
bangsa Indonesia.
c. Oleh
karena
itu
secara tidak langsung Pancasila merupakan
penjelmaan atau
perwujudan Bangsa
Indonesia itu sendiri karena apa
yang terkandung dalam Pancasila merupakan kepribadian dan pandangan hidup bangsa Indonesia
seperti yang dilukiskan oleh Ir. Soekarno
dalam
tulisannya “Pancasila
adalah
lima mutiara galian
dari ribuan tahun sap-sapnya sejarah bangsa sendiri”.
4. Peristiwa
penting yang terjadi pada saat detik-detik proklamasi dan pengesahan UUD 1945.
Peristiwa saat detik proklamasi :
1. Pemanggilan Tokoh Indonesia ke
Dalat, Vietnam.
Tanggal 9 Agustus 1945,Marsekal
Terauchi, Panglima besar tentara Jepang di Asia Tenggara memanggil Ir.
Soekarno, Moh. Hatta dan Dr. Radjiman Wedyodiningrat
kemarkasnya di Dalat (Saigon). Ia kemudian menyampaikan keputusan pemerintah
Jepang untuk memberikan kemerdekaan kepada Indonesia. Keputusan ini dilatar
belakangi keinginan menarik dukungan dan simpati lebih banyak dari bangsa
Indonesia yang saat itu tentara Jepang semakin terdesak oleh sekutu.Sebenarnya,
pertemuan di Dalat tersebut merupakan momentum penting bagi bangsa Indonesia.
Akan tetapi, peristiwa ini merupakan pemicu dari terjadinya perbedaan
pendapat antara tokoh golongan tua dan golongan muda.
2. Peristiwa Rengasdengklok.
Berita peristiwa pemboman kota
Hirosima pada tanggal 6 Agustus 1945 serta Nagasaki pada tanggal 9 Agustus
1945, disusul jepang menyerahkan diri kepada sekutu pada tanggal 14 Agustus
1945, meskipun berita tersebut di tutupi, pada akhirnya sampai juga kepada
telinga pada pemuda melalui siaran radio BBC di Bandung. Hal ini memperkuat
tekad dan semangat para pemuda untuk segera bergerak memproklamirkan
kemerdekaan Bangsa Indonesia.
3.
Perumusan
Teks Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia
Sekitar
pukul 02.00 wib dini hari, soekarno-Hatta tiba di Jakarta. Atas usaha Ahmad
Subarjo diperoleh sebuah tempat, yaitu dirumah Laksamana Muda Tadashi Maeda,
seorang perwira Jepang dengan jabatan Wakil Komandan Angkatan Laut Jepang di
Jakarta. Rumah tersebut terletak dijalan Imam Bonjol No.1 Jakarta Pusat.
Tempat tersebut dianggap sebagai tempat paling aman dari ancaman pemerintah
militer.
Sukarni mengusulkan
agar naskah proklamasi kemerdekaan dibacakan didepan massa di lapangan Ikada.
Namun usul tersebut ditolak karena Ir. Soekarno menganggap lapangan Ikada
adalah lokasi yang bisa menimbulkan bentrokan antara rakyat dan pihak militer
Jepang. Ir. Soekarno kemudian menyarankan dirumahnya di jalan Pegangsaan
Timur no. 56 Jakarta. Saran ini disetujui semua pihak.
4. Upacara Proklamasi Kemerdekaan Indonesia.
Pada
waktu fajar tanggal 17 Agustus 1945, para perumus teks proklamasi baru keluar
dari rumah laksamana Maeda. Beberapa jam berikutnya, mereka berkumpul kembali
dikediaman Soekarno untuk melaksanakan upacara proklamasi kemerdekaan
Indonesia. Orang-orang kemudian sibuk mempersiapkan segala sesuatu yang
diperlukan untuk upacara.
Sudiro,
Sekretaris Ir. Soekarno menugasi S. Suhud (Komandan pengawal rumah Bung Karno
dan pemimpin barisan pelopor) agar menyiapkan tiang bendera dari bambu. Bendera
merah putih yang dijahit ibu Fatmawati telah disiapkan. Pasukan PETA
dibawah komandan Syudanco Latief Hendraningrat dan Syudanco Abdurrahman, dengan
senjata lengkap telah berjaga disekitar rumah tersebut.
Menjelang
pukul 10.00, tokoh-tokoh nasional telah hadir ditempat upacara. Diantaranya Dr.
Buntaran, M. Sam Ratulangi, A.A. Maramis, Ki Hajar Dewantara, K.H. Mas Mansyur,
Mr. Sartono, S.K. Trumurti, M. Tabrani, Dr. Muwardi, Sayuti Melik, A.G.
Pringgodigdo, Pandu Kartawiguna dan para tokoh pemuda.
Para hari Jum’at, bulan Ramadhan tanggal 17 Agustus 1945, tepat pukul 10.00 wib dilaksanakan upacara Proklamasi kemerdekaan indonesia dengan susunan acara :
a. Pembacaan teks Proklamasi.
b. Pengibaran bendera merah putih.
c. Sambutan walikota Jakarta Suwirjo dan Dr. Muwardi.
Para hari Jum’at, bulan Ramadhan tanggal 17 Agustus 1945, tepat pukul 10.00 wib dilaksanakan upacara Proklamasi kemerdekaan indonesia dengan susunan acara :
a. Pembacaan teks Proklamasi.
b. Pengibaran bendera merah putih.
c. Sambutan walikota Jakarta Suwirjo dan Dr. Muwardi.
Dengan
suara yang mantap, Ir. Soerkarno menyampaikan pidato pendahuluan yang singkat
dilanjutkan dengan membacakan teks proklamasi kemerdekaan.
Setelah pembacaan proklamasi, Syudanco Latief Hendraningrat mengerek bendera merah putih diiringi lagu Indonesia raya oleh seluruh peserta upacara. Upacara kemudian ditutup dengan sambutan walikota Jakarta Suwirjo dan Dr. Muwardi. Setelah itu para hadirin berpelukan dan kemudian menyalami Ir. Soekarno dan Moh. Hatta. Dengan proklamasi kemerdekaan itu, berakhirlah penjajahan Jepang di Indonesia selama kurang lebih 3,5 tahun.
Setelah pembacaan proklamasi, Syudanco Latief Hendraningrat mengerek bendera merah putih diiringi lagu Indonesia raya oleh seluruh peserta upacara. Upacara kemudian ditutup dengan sambutan walikota Jakarta Suwirjo dan Dr. Muwardi. Setelah itu para hadirin berpelukan dan kemudian menyalami Ir. Soekarno dan Moh. Hatta. Dengan proklamasi kemerdekaan itu, berakhirlah penjajahan Jepang di Indonesia selama kurang lebih 3,5 tahun.
Peristiwa pengesahan UUD 1945
Masa ini merupakan masa dimana telah
berakhrirnya rezim orde baru dan dimulainya masa reformasi. Pasca orde baru UUD
1945 telah diamandemen sebanyak empat kali. Sejak 2002, dengan berlakunya UUD
hasil amandemen keempat, berlaku sistem presidensial. Posisi MPR sebagai
pemegang kedaulatan negara tertinggi dan sebagai perwujudan dari rakyat
dihapus, dan badan legislatif ditetapkan menjadi badan bi-kameral dengan
kekuasaan yang lebih besar (stong legislative). UUD 2002 hasil amandemen bahkan
telah menimbulkan kompleksitas baru dalam hubungan eksekutif dan legislative,
bila presiden yang dipilih langsung dan mendapat dukungan popular yang besar
tidak mampu menjalankan pemerintahannya secara efektif karena tidak mendapat
dukungan penuh dari koalisi partai-partai mayoritas di DPR. Political gridlocks
semacam itu telah diperkirakan dan karenanya ingin dihindari oleh para
perancang UUD 1945, hampir 6 dekade yang lalu, sehingga akhirnya tidak memilih
sistem presidensial sebagai sistem pemerintahan untuk negara Indonesia yang
baru merdeka. (Setneng RI, 1998 dan Kusuma, FH-UI, 2004). Setelah MPR
mengesahkan amandemen ketiga dan keempat UUD 1945, sistem pemerintahan negara
Indonesia berubah menjadi sistem presidensial. Perubahan tersebut ditetapkan
dengan Pasal 1 ayat (2) UUD baru. MPR tidak lagi merupakan perwujudan dari
rakyat dan bukan locus of power, lembaga pemegang kedaulatan negara tertinggi.
Pasal 6A ayat (1) menetapkan “Presiden dan Wakil Presiden dipilih dalam satu
pasangan secara langsung oleh rakyat”. Dua pasal tersebut menunjukkan
karakteristik sistem presidensial yang jelas berbeda dengan staats fundamental
norm yang tercantum dalam Pembukaan dan diuraikan lebih lanjut dalam Penjelasan
UUD 1945. Pelaksanaan demokrasi pancasila pada era reformasi telah banyak
memberikan ruang gerak pada parpol maupun DPR untuk mengawasi pemerintah secara
kritis dan dibenarkan untuk unjuk rasa. Sistem Pemerintahan setelah amandemen
(1999 – 2002) :
- MPR bukan lembaga tertinggi lagi.
- Komposisi MPR terdiri atas seluruh anggota DPR ditambah DPD yang dipilih oleh rakyat.
- Presiden dan wakil Presiden dipilih langsung oleh rakyat.
- Presiden tidak dapat membubarkan DPR.
- Kekuasaan Legislatif lebih dominan.